Top Ad unit 728 × 90

Pokoknya Jangan Pernah Kerja Di Apple. Nih Korbannya...


memberikan sedikit gambaran gimana sih kerja di Apple Inc.? Cekidot braaay!


Bekerja di Apple merupakan impian sebagian orang. Siapa coba yang kagak mau kerja disini? Tapi, beneran seenak itu? Yakin?

Ya, namanya adalah Jordan Price, seorang mantan karyawan Apple yang bekerja sebagai mobile designer. MANTAN? MANTAN KARYAWAN? ENTE KENAPE CUY BISA KELUAR DARI APPLE SEMENTARA BERJUTA-JUTA ORANG PENGEN MASUP SANA?

Spoiler for Penasaran?:

Bukan tanpa alasan bagi Jordan untuk keluar dari Apple, karena ternyata, perusahaan besar seperti Apple bisa membuat impian dan ekspektasi yang sangat luar biasa menjadi kandas ketika Jordan bekerja disana. Emang kenapa sih kerja di Apple? Lingkungannya? Pergaulannya? Kerjaannya? Inilah alasan-alasan yang diungkapkan oleh Jordan di blog pribadinya saat ia memutuskan untuk keluar dari Apple:



Jadi Jarang Ketemu Ama Anak

I hardly (hardly meaning never saw my daughter during the week because the hours were so inflexible.

"Gua sekarang jarang ketemu ama anak Gua sendiri tiap akhir pekan karena jam kerja di Apple sangat-sangat gak fleksibel."

Dipotong Gajinya
 
 I had also taken a substantial pay cut, but I figured I was making a long-term career investment by working for such a prestigious company.

"Gua juga dipotong gaji pokoknya, tapi Gua mikir lagi kalo Gua sekarang lagi dalam tahap pengembangan karir jangka panjang di suatu perusahaan yang bergengsi."


Kantornya Ribet dan Banyak Prosedur
 
On boarding was super bumpy, and they had so many passwords, accounts, and logins that it took nearly a month just for me to get on the server.

"Di kantor sangat-sangatlah labil (Terjemahan dari TS: kadang enak, kadang gak enak), dan disana itu mereka punya banyak sekali password, akun, dan login (terjemahan TS: yang harus Gua inget) yang bahkan bagi Gua butuh waktu sekitar satu bulan buat inget itu semua biar Gua bisa akses server."

Banyak Meeting Yang Bisa Ganggu Produktipitas


There were meetings all the time which were disruptive to everyone’s productivity, but they seemed to be a necessary evil in a company that’s so large with such high-quality products.

"Banyak banget meeting yang kadang bisa bikin karyawan disini jadi gak produktif, tapi kelihatannya meeting tersebut sangat-sangat-sangat diperlukan oleh Apple sendiri untuk menciptakan produk yang berkualitas tinggi."
Bos Suka Seenaknya
 
Then my immediate boss (known at Apple as a producer), who had a habit of making personal insults shrouded as jokes to anyone below him, started making direct and indirect insults to me.

"Lalu bos Gua sekarang (yang dikenal sebagai Produser di Apple), yang punya kebiasaan suka becanda dan ngata-ngatain orang secara terselubung, mulai ngata-ngatain Gua, baik langsung maupun gak langsung."

Diancem Gak Bakalan Diperpanjang Kontraknya
He started reminding me that my contract wouldn’t be renewed if I did or didn’t do certain things.

"Boss gua sering banget ngasih pesen kalo Gua melakukan/gak melakukan sesuatu yang dia suruh, kontrak Gua gak bakalan diperpanjang."

Bos Suka Buang Badan

 
 He would hover over my back (literally) like a boss out of Dilbert and press me to finish some mundane design task that he felt urgently needed to be examined.

"Terjemahan TS: Bos Gua sering buang badan dan nyuruh Gua kerjain kerjaan desain yang mendesak dan perlu untuk diperiksa (sama atasan)."

Susah Fokus Karena Lingkungan Kerja


the jokes, insults, and negativity from my boss started distracting me from getting work done.

"becandaan, makian, dan aura negatif dari pak bos mulai mengganggu Gua dalam kerja."

Rekan Kerja Muka Dua

My coworkers that stood their ground and set boundaries seemed to end up on a shit list of sorts and were out of the inner circle of people that kissed the producer’s ass.
"rekan-rekan kerja Gua yang tadinya punya prinsip dan menciptakan jarak ama Gua dan seneng ngejilat pak bos, sekarang balik haluan jadi gak seneng ama pak bos."

Gak Bisa Enjoy Tiap Weekend


I started to become one of those people that desperately wanted Friday evening to arrive, and I dreaded Sunday nights.

"Gua sekarang jadi orang yang tiap minggu pengen banget Jumat dateng, dan berakhir 'mengenaskan' pada minggu malem."

Mau Tau Sumbernya..? Disini
Pokoknya Jangan Pernah Kerja Di Apple. Nih Korbannya... Reviewed by KUTALKUTIL Rmoz on Thursday, July 03, 2014 Rating: 5
Portal Berita Menarik dan berbeda dari yang lain Kutalkutil © 2014 - 2016
Didesain oleh KUTALKUTIL

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.